Sore 12 Juni itu Ridwan mengirim pesan. "Mbak, saya lagi nyoba akuaponik buat projek akhir bareng teman saya, Fahmi."
Wah, serunya! Akhir-akhir ini banyak yang mulai mencoba akuaponik. Akuaponik ini sudah lama dipopulerkan, sudah banyak juga ahlinya, namun sekarang semakin banyak lagi yang mencoba.
Singkat cerita, aku sangat tertarik. Akhirnya aku minta padanya agar bisa ikut projek. Dia mulai menjelaskan ide dan langkah membuat akuaponik.
Akuaponik merupakan sistem di mana kita dapat memelihara ikan, menanam tumbuhan, dan melibatkan mikroorganisme pengurai. Ikan yang dipelihara mendapatkan makanan dari pakan buatan dan pakan alami, seperti pemeliharaan pada umumnya. Namun, pada sistem akuaponik, terjadi sirkulasi air dan amonia yang terkandung di dalamnya sehingga air menjadi lebih jernih tanpa terus-menerus dikuras.
Makanan yang dihasilkan mungkin belum terjamin rasanya, ada yang bilang rasanya enak dan ada juga yang bilang rasanya 'berbeda'.
Kami (dan lebih utamanya Ridwan) mempersiapkan alat dan bahan sistem, yang kemudian dipasang di teras rumah Ridwan. Ini dia yang dipersiapkan,
- 4 buah ember
- drum 120 L untuk kolam ikan,
- ember 80 L filter,
- ember 50 L filter,
- ember 30 L filter,
- pipa dan sambungan
- Pipa PVC ukuran 3 inch (1 buah)
- Tutup pipa PVC ukuran 3 inch
- Pipa PVC ukuran 1/2 inch (2 buah)
- Sambungan T pipa
- Sambungan L pipa
- Keni T
- Kapas
- Bioball
- Batu zeolit
- Karbon bioaktif
- Paranet
- Jaring kantong filter (4 buah)
- Netpot
- Sumbu flanel
- Rockwool
- Alat ukur pH dan suhu
- Timer
- Pompa
- Aerator
- Selang kecil
- Bibit tanaman
- Bibit Ikan
- Air hijau racikan (green water system)
